|

(Hotel Atlet, Jakarta 26, September 2011). Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) bekerjasama dengan WHO (World Health Organization) dan didukung oleh 6 kementerian terkait (Kesehatan, Perdagangan, Koperasi & UKM, Kelautan & Perikanan, Pertanian, Dalam Negeri) serta salah satu korporasi bisnis / "Yayasan Danamon Peduli menyelenggarakan "Lokakarya Nasional Pengembangan Inisiatif Lintas Sektor untuk Revitalisasi Pasar Tradisional menjadi Pasar Tradisional Sehat sebagai upaya Meningkatkan Ekonomi Daerah dan Pencegahan Penularan Penyakit Flu Burung serta Pencegahan Penyakit Menular Potensial KLB/Wabah". Lokakarya tersebut diselenggarakan pada hari Senin, tanggal 26 September 2011 bertempat di Hotel Atlet Century Park Jakarta.
Dalam lokakarya tersebut, Ketua Umum KOPPAS Kranggan, Bapak Anim Imamuddin, SE., MM., sebagai salah satu narasumber dalam diskusi panel membawakan Succes Story mengenai Peran KOPPAS Kranggan dalam Revitalisasi dan Pengelolaan Pasar Kranggan Mas. Dalam makalahnya, Ketua Umum menyampaikan bagaimana andil KOPPAS Kranggan dalam melancarkan jalannya Revitalisasi Pasar Kranggan dari pasar yang tadinya kumuh, becek dan tidak tertata menjadi pasar tradisional yang lebih Modern dan tertata dengan bangunan yang megah dan bersih. Peran KOPPAS Kranggan begitu besar baik pada masa pra revitalisai, masa pembangunan gedung serta dalam pengelolaan manajemen pasar itu sendiri.
Pada masa pra revitalisasi, KOPPAS Kranggan menjadi mediator yang menghubungkan pihak pemerintah kota dengan pihak kontraktor (PT Andita Mas) serta para pedagang (yang sebagian besar adalah anggota KOPPAS Kranggan). Dengan adanya mediasi tersebut, jalan menuju revitalisasi atau pembangunan Pasar Kranggan menjadi lebih lancar. Dalam masa pembangunan, KOPPAS Kranggan juga ikut berperan dalam bantuan modal baik kepada pihak kontraktor maupun kepada para pedagang yang membutuhkan bantuan permodalan karena harus membayar kios yang baru. KOPPAS juga memfasilitasi para pedagang agar mendapatkan kemudahan dalam kredit kepemilikan kios serta bantuan permodalan usaha.
Di dalam pengelolaan Pasar Kranggan Mas, KOPPAS Kranggan tetap berperan aktif bersama dengan Pemkot Bekasi dan PT. Andita Mas, mengelola pasar baik dalam hal SDM maupun segi manajerial sehingga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari yang tadinya sebelum dikelola oleh KOPPAS Kranggan hanya sebesar Rp. 108.000.000,- (tahun 2005) menjadi lebih dari Rp. 500.000.000,- (sejak tahun 2009).
Dalam penyampaian sucess story tersebut, Ketua Umum KOPPAS Kranggan mendapatkan perhatian yang cukup intens dari para peserta lokakarya lainnya, selain karena pembawaan materinya cukup apik dan diselingi selorohan khas orang Kranggan, juga karena KOPPAS adalah satu-satunya koperasi yang menjadi panelis dalam lokakarya tersebut. Panelis lainnya terdiri dari unsur pemerintahan daerah, yakni Walikota Payakumbuh, Bupati Sragen, Bupati Gunung Kidul, dan Walikota Solo,. Dengan demikian KOPPAS Kranggan menjadi satu-satunya panelis yang berlatar belakang praktisi pasar serta merupakan wakil dari pedagang itu sendiri, sehingga apa yang disampaikan oleh Bapak Anim Imamuddin adalah juga merupakan suara para Pedagang Pasar. |